Paphiopedilum chamberlainianum (Anggrek kasut kumis)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Paphiopedilum
Spesies: Paphiopedilum chamberlainianum
Sinonim
Cordula chamberlainiana Rolfe; *Cypripedium chamberlainianum O'Brien 1892; Paphiopedilum chamberlainianum var. latifolium Schltr. 1911; Paphiopedilum victoria-regina subsp. chamberlainianum (O'Brien) M.W.Wood 1976; Paphiopedilum victoria-regina var. latifolium (Schltr.) Beckner 2002
Kerabat Dekat
Anggrek Kasut Berbulu, Anggrek Kasut Pita

Habitat
Anggrek ini adalah anggrek terestrial (tumbuh di tanah) dengan tinggi tumbuhan antara 30 – 45 cm , spesies ini merupakan tanaman endemik yang hanya ditemukan hidup di datarn tinggi sumatra pada ketinggian sekitar 2000 meter, jenis anggrek ini tumbuh menempel pada dinding-dinding tebing yang tinggi dan curam dengan media tumbuh berupa humus karena anggrek ini merupakan anggrek tanah atau terestrial.
Ciri - Ciri fisik
termasuk anggrek lithophytic yang mempunyai bunga dapat mekar sepanjang tahun dan memiliki tangkai bunga, tegak, dengan panjang 45 cm, terdapat 4 sampai 8 bunga dan bunga yang dihasilkan berturut-turut selama periode waktu yang panjang. Bunganya berukuran sekitar 7,5 - 10 cm yang terdiri atas kelopak punggung, kelopak samping, dan labellum. Labellum atau bibir bunga inilah yang menjadi ciri khas dengan bentuk kantong berwarna
Daunnya berwarna hijau berbentuk lonjong sepanjang 30 cm.

Tanaman ini Sangat langka karena habitat aslinya sudah hancur karena erupsi dan awan panas gunung sinabung dan perburuan liar.

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
 
Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Macodes petola (Anggrek ki aksara)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Macodes
Spesies: Macodes petola
Sinonim
Anoectochilus petola (Blume) Hereman 1868; Anoectochilus veitchianus Blume 1859; Argyrorchis javanica Blume 1859; Haemaria argyroneura Miq. 1864; Macodes argyroneura (Miq.) Rolfe 1896; Macodes javanica (Blume) Hook.f. 1889; Macodes robusta J.J.Sm. 1921; *Neottia petola Bl 1825; Rhomboda confusa Ormerod 1995; Spiranthes petola (Blume) Hassk. 1844.

Macodes petola (Blume) Lindl. Dideskripsikan pertama kali oleh C.L. Blume sebagai Neottia petola pada tahun 1825 berdasarkan pada sistem penamaan binomial Rumphius ‘Folium petolatum’.
Termasuk jenis anggrek tanah, macodes petola, ki aksara, jewel orchid, anggrek mutiara warna daun hijau, urat-urat warna emas, seperti disulam benang emas, dikabuti air lebih indah lagi
Macoda Petola (Anggrek Patik Emas) di Bukit Kaba oleh Zenzybar Gambar Anggrek Patik Emas ( macodes petola ) yang ditemukan di Bukit Kaba Meski sekarang habitat jenis ini terancam di Bukit Kaba baik oleh pengrusakan alam atau pencarian oleh penduduk untuk bahan obat (Jamu yang di kirim ke jawa).

Sebaran Wilayah
Tanaman ini merupakan Family Orchidaceae, dengan nama genus Macodes macodes terdapat tujuh spesies yang tersebar. Dari Genus dari Malaysia, Indonesia, New Guinea hingga Vanuatu. Tanaman ini ditemukan pada ketinggian 100 hingga 800 meter di atas permukaan laut, daerah lembahan hutan hujan yang sebagian tertutup bayangan pohon dan tumbuh pada bekas tanaman atau humus yang basah dan tanah dengan drainase yang baik. Tumbuhan ini hidup subur dan berkembang biak di hutan-hutan pegunungan Jawa. Sumatera, Malaysia, dan Filipina. Daunnya setinggi 10 cm dengan aneka macam warna yang elok setiap jenisnya. Macodes lainnya adalah jenis argyroneura Rolfe. Bentuk daunnya hamper sama dengan petola tetapi tanaman ini lebih kuat. Macode Sanderiana Rolfe mempunyai daun tertinggi. Jenis ini berasal dari Irian bagian utara.

Ciri - ciri Fisik
Anggrek ini tidak seperti anggrek-anggrek lain yang dinikmati bunganya tetapi indah pada bagian daunnya. Spesies-spesies dari genus ini, seiring dengan genera-genera lain yang memiliki daun berwarna seperti Anoectochilus, Eucosia dan Goodyera disebut “Jewel Orchids”. Bisa terlihat bahwa daunnya berwarna hijau sedikit ungu gelap, memiliki urat-urat longitudinal berwarna emas yang berkilau (inflorescence) dan permukaan yang menyerupai beludru.
Ki aksara, daun aksara, atau jakasara adalah sebutan di Jawa Barat untuk tumbuhan Macodes Petola. Ada beberapa jenis Macodes dalam berbagai bentuk daun . Diantaranya, daunnya bergambar garis-garis atau kotak-kotak perak mengkilap.
Bunganya kecil-kecil, berkumpul di sepanjang tangkainya. Panjang tangkai kira-kira 30 cm. Tumbuhnya di tanah di cabang-cabang pohon. Yang hidup di tanah, mengambil zat-zat makanan dari tanah. Demikian pula yang hidupnya di cabang pohon. Ia tidak mengambil makanan dari pohon tumpangannya itu. Tumbuhan semacam ini disebut epipit bukan parasit. Tumbuhan daun petola menghendaki tanah yang mengandung banyak humus dan tempatnya terlindung. Penggemar anggrek ada juga yang memelihara tumbuhan macodes, sebab tanaman hias ini termasuk golongan anggrek yang hidup di tanah.


Penanaman dan Perawatan
Anggrek ini membutuhkan kelembaban udara yang tinggi, 50% atau lebih. Media harus cukup lembab tetapi bukan berarti media terlalu basah karena dengan demikian akan muncul masalah akibat bakteri dan jamur dan busuk pada akar. Kamar mandi dengan pertukaran udara yang baik dan sinar matahari tak langsung merupakan kombinasi yang baik. Bila tidak tempatkan dekat jendela yang dapat membawa kelembaban dari luar. Pada cawan pot dapat ditempatkan batu-batuan untuk menciptakan penyangga sehingga air yang keluar dari pot dapat ditampung di cawan kemudian bila teruapkan menciptakan kondisi lembab tanpa takut membusukkan akar tanaman. Jangan membiarkan media hingga kering samasekali, dibutuhkan media yang lembab sepanjang waktu. Sehubungan dengan kebutuhan cahaya, pastikan anggrek ini tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan membakar daun-daunnya.

Kecantikan tanaman ini terlukis dalam satu legenda rakyat di suatu daerah di Indonesia. Diceritakan, bunga ki aksara adalah penjelmaan dari selendang seorang dewi yang terjatuh karena dikejar-kejar oleh seorang pemuda di tengah hutan. Sang dewi sempat menghilang tapi selendangnya tersangkut ranting dan menjelma daun petola atau ki aksara.


Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD. 
 
Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Dendrobium phalaenopsis (Anggrek larat)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Dendrobium
Spesies: Dendrobium phalaenopsis
Sinonim

Callista bigibba [Lindley]Kuntze 1891; Callista phalaenopsis (Fitzg.) Kuntze 1891; Callista sumneri [ F. Muell.] Kuntze 1891; Dendrobium biggibum [common mispelling], Dendrobium bigibbum f. compactum (C.T.White) G.Piper 1950; Dendrobium bigibbum f. phalaenopsis (Fitzg.) St.Cloud 1956; Dendrobium bigibbum f. superbium G.Piper 1950; Dendrobium bigibbum subvar candidum [Rchb.f.] Veitch 1888; Dendrobium bigibbum subvar. compactum (C.T.White) St.Cloud 1956; Dendrobium bigibbum subvar. superbum (Rchb.f.) H.J.Veitch 1887; Dendrobium bigibbum var. albopurpuratum auct. 1895; Dendrobium bigibbum var. album F.M.Bailey 1902; Dendrobium bigibbum var candidum Rchb.f. 1878; Dendrobium bigibbum var. macranthum F.M.Bailey 1895; Dendrobium bigibbum var. phalaenopsis (Fitzg.) F.M.Bailey 1883; Dendrobium bigibbum var sumneri [F. Mueller]F.M.Bailey 1883; Dendrobium bigibbum var. superbum Rchb.f. 1878 Dendrobium lithocola D.L.Jones & M.A.Clem. 1989; Dendrobium phalaenopsis Fitzg. 1880; Dendrobium phalaenopsis var. albopurpureum auct 1895; Dendrobium phalaenopsis var. album B.S.Williams 1894; Dendrobium phalaenopsis var. album auct. 1895; Dendrobium phalaenopsis var. chamberlainianum auct. 1894; Dendrobium phalaenopsis var. compactum C.T.White 1941; Dendrobium phalaenopsis var. dellense B.S.Williams 1894; Dendrobium phalaenopsis var. highburyense auct. 1894; Dendrobium phalaenopsis var. hololeuca auct. 1895; Dendrobium phalaenopsis var. lindeniae auct. 1902; Dendrobium phalaenopsis var. rothschildianum Kraenzl. 1892; Dendrobium phalaenopsis var. rubescens Nash 1914; Dendrobium phalaenopsis var. schroderianum Rolfe 1891; Dendrobium phalaenopsis var. schroederianum W.Watson 1891; Dendrobium phalaenopsis var. splendens auct. 1906; Dendrobium phalaenopsis var. statterianum auct. 1891; Dendrobium phalaenopsis var. thundersleyense auct. 1905; Dendrobium sumneri F. Mueller 1867; Vappodes bigibba (Lindl.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002; Vappodes lithocola (D.L.Jones & M.A.Clem.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002; Le Petit Larousse des Orchidees Lecoufle
Kerabat Dekat
Anggrek Karawai, Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, Anggrek Kelembai


Anggrek larat adalah salah satu bunga identitas Indonesia khususnya di Maluku.Tumbuhan ini memiliki nama ilmiah Dendrobium phalaenopsis. Nama anggrek larat diambil dari nama Pulau Larat yang ada di Kepulauan Maluku.Pulau Larat adalah pulau dimana anggrek larat pertama kali ditemukan.Seperti halnya anggrek lainnya, anggrek larat juga termasuk tumbuhan epifit.Jenis bunga ini dalam Bahasa Inggris disebut cooktown Orchid

Habitat
Habitat asli anggrek larat ialah daerah agak kering dengan ketinggian 400 meter diatas permukaan laut. Anggrek larat tumbuh di daerah dengan suhu antara 50F hingga 90F. Apabila tanaman ini berada pada suhu yang sedikit lebih tinggi atau rendah tanaman masih tetap toleran dan tidak menimbulkan efek buruk bagi tanaman. Tanaman endemik Maluku ini dapat hidup pada kelembaban antara 50% dan 60%. Secara umum dapat dikatakan bahwa anggrek larat hidup pada kelembaban rendah dan agak kering. Suhu dingin yang lembab dapat menyebabkan tanaman anggrek larat yang sedang berbunga menjadi busuk.
 

Penanaman
Budidaya anggrek larat kini sudah mulai dilakukan supaya tanaman ini tidak punah. Pembudidayaan anggrek sebaiknya dilakukan pada lahan yang terkena sinar matahari langsung saat pagi hari. Lahah yang digunakan untuk menanam anggrek seharusnya di beri semacam tirai untuk menaungi tanaman saat matahari mulai menyengat. Meskipun membutuhkan sinar matahari langsung, anggrek larat juga tidak tahan apabila terlalu panas, jadi saat suhu sangat panas disiang hari sebaiknya dipindah ke tempat yang lebih teduh.
Anggrek larat termasuk dalam tumbuhan hijau yang hijau sepanjang tahun. Meskipun habitatnya pada tempat yang agak kering tetapi tanaman ini harus segera disiram saat mendekati kekeringan. Penyiraman sebaiknya dilakukan dua hari sekali atau lima hari sekali melihat kondisi tanaman.
Proses pemumukan diperlukan supaya anggrek larat dapat tumbuh dengan subur. Pupuk yang baik untuk anggrek jenis ini adalah makanan hijau dari hutan. Apabila penyiraman menggunakan keran atau air sumur maka tanaman tersebut sebaiknya dipupuk dua atau tiga kali saat bulan dengan suhu panas dan setiap bulan sekali saat musim hijan atau saat udara memiliki udara lembab.
Anggrek larat dapat ditanam di dalam pot dengan menggunakan media tanam kasar. Media tanam kasar tersebut adalah terdiri dari campuran kayu cemara, potongan kulit kayu, perlite, dan arang. Media tanam diganti saat mulai longgar dan mulai membusuk. Tanaman anggrek larat yang masih muda membutuhkan banyak air sedangkan yang sudah dewasa sedikit membutuhkan air. Pot yang dapat digunakna adalah pot dari plastik atau gerabah.
Bunga


Ciri ciri fisik
Bunga anggrek larat berwarna ungu muda, putih, serta kombinasinya. Mahkota bunga terdiri dari enam bagian mahkota bunga.[3] Bunga anggrek larat tersusun pada satu tangkai panjang. Setiap satu tangkai panjang ini terdapat banyak mkuntum bunga.
Daun
Semakin sehat daun tanaman anggrek larat, maka bunganya juga akan mekar dengan baik. Daun anggrek larat berbentuk panjang dnegan daging daun yang tebal. Daun anggrek larat ini memiliki tekstur kaku dengan warna mulai dari hijau muda hingga hijau tua serta mengkilat dibagian permukaan daun. Daun tersusun melekat pada batang, saling melekan dengan daun lain.


Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Dendrobium macrophyllum (Anggrek jamrud)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Dendrobium
Spesies: Dendrobium macrophyllum
Sinonim :
Callista gordonii (S. Moore) Kuntze 1891; Callista macrophylla (A. Rich.) Kuntze 1891; Callista veitchiana (. Lindl) Kuntze 1891; Dendrobium brachythecum F Mueller & Krzl. 1894; Dendrobium ferox Hassk. 1835; Dendrobium Gordoni S. Moore Ex Baker 1883; Dendrobium Lucae F. Mueller 1910; Dendrobium macrophyllum var. huttonii HJVeitch 1873; Dendrobium macrophyllum var. subvelutinum JJSm. 1911; Dendrobium macrophyllum var. ternatense (JJSm.) P.O'Byrne & JJWood 2010; Dendrobium macrophyllum var. veitchianum (Lindl.) Hook.f. 1867; Dendrobium musciferum Schlechter 1912; Dendrobium palawense Schlechter 1914; Dendrobium jiwa Krzl. 1910; Dendrobium sarcostemma Teijsm. & Binn 1866; Dendrobium sarcostemma Teijsm. & Binn. 1830; Dendrobium ternatense JJSm. 1909; Dendrobium tetrodon var. vanvuurenii JJSm. 1920; Dendrobium tomohonense Krzl. 1910; Dendrobium veitchianum Lindley 1847; Latourea macrophylla (A.Rich.) FGBrieger 1981; Muscifera Latourea (Schltr.) FGBrieger 1981; Macrophylla Latourorchis [. A.Rich] Breiger 1981; Latourorchis muscifera (. Schltr) FGBrieger 1981; Sayeria macrophylla (A. Rich.) Rauschert 1983; Sayeria muscifera (. Schltr) Rauschert 1983; Sayeria palawensis (. Schltr) Rauschert 1983; Sayeria jiwa (Kraenzl.) MAClem. & DLJones 2002
Kerabat Dekat
Anggrek Karawai, Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Stuberi, Anggrek Karawai, Anggrek Larat, Anggrek Kelembai
 


Sebaran Wilayah
Tersebar luas, dari ukuran kecil sampai besar, tumbuh besar mulai dari Jawa, Kepulauan Sunda Kecil, Maluku, Filipina, Sulawesi, New Guinea, Kepulauan Solomon, Fiji, Kaledonia Baru, Samoa, Santa Cruz, Vanuatu dan Kepulauan Caroline yang biasanya epifit di hutan, hutan primer,hutan dingin pada ketinggian 1700m, Ditemukan di Sulawesi dan Kalimantan di hutan bukit pada ketinggian 600 hingga 800 meter

Ciri - ciri fisik

Bentuk batang bergaris (tebu - tebuan), agak pipih, basally ramping dan lebih tebal di atas 60% batang, terdiri dari 2 - 4 daun gigih pada pucuk batang. Bunga mekar mulai dari musim semi sampai akhir musim panas, pada tangkai tegak panjang yang berukuran 15 sampai 40cm, Jumlah bunga pada tangkai 15 sampai 25 bunga, Bunga berbentuk gugusan, bertekstur berat, mempunyai variabel warna dan membutuhkan air dan pupuk sepanjang tahun. tangkai bunga tumbuh diantara ketiak daun, apikal dan tegak, melengkung pada ujung tangkai bunga, bunga berukuran 2,5cm


Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.

Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Dendrobium lasianthera (Anggrek stuberi)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Dendrobium
Spesies: Dendrobium lasianthera (Anggrek struberi)

Sinonim
Dendrobium ostrinoglossum Rupp. 1953; Dendrobium stueberi Hort., Stuber ex Zurrow 1934; Durabaculum lasiantherum (J.J.Sm.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002
Kerabat Dekat
Anggrek Karawai, Anggrek Merpati, Anggrek Albert, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, Anggrek Larat, Anggrek Kelembai

Sebaran Wilayah
Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan anggrek yang hidup di Indonesia seperti Papua dan Papua New Guinea. Di Indonesia dikenal sebagai anggrek stuberi, stroberi. Dalam bahasa Inggris biasa anggrek ini dikenal sebagai Wooly Pollina Dendrobium, atau dengan nama varietasnya semisal May River Red dan Sepik Blue.
Anggrek Dendrobium lasianthera merupakan tanaman epifit yang tumbuh di daerah lembab dan membutuhkan banyak cahaya. Di alam liar biasa ditemukan hidup di sekitar daerah aliran sungai, rawa-rawa, dan hutan di dataran rendah Papua.

Ciri - ciri fisik
Ukuran tanaman anggrek Dendrobium lasianthera cukup besar, bisa mencapai lebih dari 1 meter. Anggrek ini mempunyai bunga yang indah. Dalam satu tandon bunga bisa muncul antara 10 – 30 kuntum bunga. Warna bunganya pun sangat bervariasi mulai dari merah, putih, biru, dan kekuningan dengan gradasi indah.
Masing-masing varietas anggrek ini mempunyai gradasi warna yang berbeda. Pada varietas May River Red memiliki warna kuning kecoklatan pada dasar bunga dengan semburat warna merah tua ditengahnya serta warna kuning tipis pada tepi kuntumnya. Pada varietas Sepik Blue dengan warna putih dan merah kecoklatan pada bagian tengah dengan labellum berwarna ungu kebiruan. Untuk varietas Veronica Somare mempunyai warna putih pada bagian tengahnya yang bergradasi warna kuning dan ungu kemerahan pada ujungnya.


Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD. 

Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Dendrobium d’albertisii (Anggrek albert)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom : Plantae
Division : Magnoliophyta
Class : Liliopsida
Order : Asparagales
Family : Orchidaceae
Subfamily : Epidendroideae
Tribe : Dendrobieae
Subtribe : Dendrobiinae
Genus : Dendrobium
Species : Dendrobium antennatum
Sinonim : 

Callista antennata (Lindl.) Kuntze 1891, Ceratobium antennatum (Lindl.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002, Ceratobium dalbertisii (Rchb.f.) M.A.Clem. & D.L.Jones 2002, Dendrobium d’albertissi Rchb.f 1878 
Kerabat DekatAnggrek Karawai, Anggrek Merpati, Anggrek Stuberi, Anggrek Jamrud, Anggrek Karawai, Anggrek Larat, Anggrek Kelembai

Sebaran Wilayah 
Papua Indonesia, Queensland Australia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, dan pulau-pulau sekitarnya, hidup di cabang-cabang pohon tinggi di hutan pantai, hutan bakau, padang rumput dan hutan hujan pada ketinggian di bawah 1.200 meter
 

Ciri - Ciri Fisik
Bentuk batang berukuran dari kecil ke besar, tegak, silinder, tebu-tebuan membengkak, daun sempit lonjong, dan longgar, panjang 25 cm,
Bunganya awet, memiliki aroma lembut, dan anggrek ini termasuk jenis ‘evergreen’. jumlah bunga 3 -15 bunga.

Dinamai antennatum karena petalnya tegak menyerupai tanduk antelope. Anggrek ini jg menyukai kelembaban. Bersifat epifit di pepohonan. Sering juga disebut sebagai anggrek kelinci, dilihat dari bentuk petal yg tegak seperti telinga kelinci. bentuk bunga : Spatulata, Ukuran Bunga : 7.5 cm
berbunga pada bulan-bulan musim panas. Bahkan tiap tahun dalam kondisi lembab dengan cahaya terang


Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
 
Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya

Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum)

Klasifikasi Ilmiah
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Liliidae
Ordo: Orchidales
Famili: Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus: Cymbidium
Spesies: Cymbidium hartinahianum

Anggrek Hartinah atau Anggrek Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) merupakan salah satu jenis tumbuhan anggrek yang endemik (hanya tumbuh di daerah tertentu) Sumater Utara, Indonesia. Jenis anggrek yang diketemukan pertama kali pada tahun 1976 ini bisa diketemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Anggrek Tien Soeharto atau sering disebut juga sebagai Anggrek Hartinah (Cymbidium hartinahianum) merupakan anggrek tanah yang hidup merumpun.

Ciri-ciri Fisik

Anggrek Hartinah (Tien Soeharto) merupakan salah satu anggrek tanah dengan pertumbuhan merumpun. Spesies anggrek ini menyukai tempat terbuka diantara rerumputan serta tanaman lain seperti jenis paku-pakuan, kantong semar, dan lain-lain pada ketinggian 1.700 meter diatas permukaan laut.
Daunnya berbentuk pita berujung meruncing dengan panjang 50-60 cm. Bunganya berbentuk bintang bertekstur tebal. Daun kelopak dan daun mahkotanya hampir sama besar, permukaan atasnya berwarna kuning kehijauan dan permukaan bawahnya kecoklatan dengan warna kuning pada bagian tepinya.

Konservasi

Anggrek Hartinah atau Tien Soeharto (Cymbidium hartinahianum) merupakan tumbuhan endemik Sumatera Utara sehingga dalam habitat alami hanya dapat diketemukan di Sumatera Utara saja. Habitatnya dapat ditemukan di Desa Baniara Tele Kecamatan Harian Kabupaten Samosir (berbatasan dengan Kabupaten Dairi).

Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
 

Penamaan pada jenis anggrek ini merupakan penghargaan atas jasa-jasa Ibu Tien Soeharto dalam rangka pengembangan dunia peranggrekan di Indonesia.
Anggrek Hartinah ini telah dapat ditangkarkan di luar habitat aslinya. Salah satunya adalah di Kebun Raya Bogor.

Terima kasih telah membaca artikel kami, nantikan artikel kami tentang Taman selanjutnya.