Cara Mengukur Grounding/Arde

Nilai standar mengacu pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik atau PUIL 2000 (peraturan yang sesuai dan berlaku hingga saat ini) yaitu kurang dari atau sama dengan 5 (lima) ohm. Dijelaskan bahwa nilai sebesar 5 ohm merupakan nilai maksimal atau batas tertinggi dari hasil resistan pembumian (grounding) yang masih bisa ditoleransi. Nilai yang berada pada range 0 ohm - 5 ohm adalah nilai aman dari suatu instalasi pembumian grounding. Nilai tersebut berlaku untuk seluruh sistem dan instalasi yang terdapat pembumian (grounding) di dalamnya.


Untuk membuat instalasi pembumian (grounding) dengan nilai resistan pembumian yang sesuai peraturan dengan melakukan beberapa teknik. Bebrapa teknik pendekatan yang sesuai yaitu memparalel, menambah kedalaman atau memperbesar luas penampang hataran. Dengan melakukan salah satu atau ketiga tehnik tersebut sehingga dapat memperoleh hasil yang diharapkan. Terdapat banyak cara untuk mendapatkan hasil nilai resistan pembumian (grounding) yang standar, tetapi diharapkan melakukan cara yang sesuai (legal) dan tidak mengandung unsur non legal yang dapat merugikan untuk kedepannya.

Sebelum ke pembahasan selanjutnya harus anda ketahui dahulu bahwa pembumian yang baik atau yang benar-benar efektif mempunyai nilai dibawah 1 omh, namun perlu saya tambahkan lagi itu semua bisa dicapai dengan kondisi tanah yang agak lembab. kalau tanah ini kering atau gersang atau bahkan berpasir akan berbeda lagi nilainya. itulah mengapa kita sering menjumpai sistem pentanahan yang digali sangat dalam, itu semua untuk mencari kondisi tanah yang baik dan mencari nilai ohm yang dibawah 1 ohm.

Cara Mengukur Grounding dengan Earth Tester (sistim tahanan):
  1. Kalibrasi jarum pada alat ukur harus dalam posisi nol.
  2. Earth Tester mempunyai tiga kabel diantaranya adalah kebel merah, kuning dan hijau. langkah selanjutnya silahkan hubungkan kabel merah setra kuning ke tanah dengan masing-masing jarak kurag lebih 10 meter dari pentanahan atau grounding.
  3. Hubungkan kabel hijau ke grounding yang sudah terpasang, dari ketiga kabel diatas silahkan hubungkan ke Earth Tester dengan warna pada alat ukur.
  4. Test grounding dengan mengarahkan skala pada ukuran 1 ohm, bila jarum menunjukkan dibawah angka 1ohm maka grounding kisaran nol koma (standard pembumian) dan sebaliknya kalau jarum menunjukkan diatas 1 ohm berarti pembumian kurang bagus.
Pengukuran Grounding dengan menggunakan alat multimeter atau AVOMETER (Ampere, Volt dan Ohm Meter) dengan Metode Voltage :
  • - Fasa (+) ke Netral (-) : Untuk memastikan adanya aliran listrik standar listrik yaitu 220 Volt
  • - Fasa (+) ke Ground : Nilainya sama yaitu 220 volt bila grounding normal
  • - Netral (-) ke Ground : Tegangan maksimal 5 volt yang digunakan sebagai standar
Untuk pengukuran tegangan listrik ini disarankan menggunakan pilihan pengukuran dengan option AC Volt dengan maksimal tegangan lebih dari 220 Volt, contohnya 250Volt atau 1000Volt.

Berikut beberapa ketentuan kualitas aliran/arus listrik dapat dikatakan baik:

  • - Ground & + => mendapatkan nilai aliran listrik (215 s/d 240) dalam (V) dari/dalam UPS
  • - - & + => mendapatkan nilai aliran listrik (215 s/d 240) dalam (V) dari/dalam UPS
  • - - & Ground => mendapatkan nilai Ground ( < 2 ) dalam (V) dari dalam/luar UPS 
CATATAN : Kami sarankan untuk menggunakan jasa pihak PLN atau instalatir listrik yang mempunyai kompetensi dibidangnya.

Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

Satuan, Besaran dan Simbol Dalam Listrik

Maksud penggunaan simbol-simbol atau lambing dalam kelistrikan ialah untuk menyatakan dan menyingkat keterangan dalam bentuk gambar. Adanya penggunaan simbol ini sangat penting artinya karena kelistrikan secara umum merupakan rangkaian yang terdiri dari banyak macam peralatan.
Berikut ini diberikan beberapa simbol umum dalam kelistrikan :
Besaran Listrik dan Satuannya
Dalam kelistrikan terdapat beberapa besaran, dimana setiap besaran mempunyai simbol serta satuan masing-masing yaitu :
1 Satuan Elektro Statis ( SES )
2 Satuan Elektro Magnetis ( SEM )
3 Satuan Praktis
Satuan yang dipakai sekarang ini adalah satuan praktis, karena dua satuan yang lain terlalu rumit untuk dipakai. Berikut beberapa besaran listrik dan simbol beserta satuannya :
Nama Besaran Simbol Satuan
  • Arus listrik I Ampere ( A )
  • Tegangan listrik/Beda Potensial E / V / U Volt ( V )
  • Muatan listrik Q Coulomb ( C )
  • Tahanan listrik R Ohm ( Ω )
  • Daya Listrik P Watt ( W )
  • Usaha Listrik (energi) W Joule ( J )
  • Kapasitansi C Farad ( F )
  • Konduktansi G Siemens ( S )
  • Induktansi L Henry ( H )
  • Frekuensi f Hertz ( Hz )
  • Fluksi Magnet ø Weber ( Wb )
  • Fluksi Cahaya ø Lumen ( Lm )
  • Iluminasi E Lux ( Lx )
SATUAN DAN BESARAN LISTRIK
Tegangan Listrik
Tegangan listik yaitu perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensial listriknya, suatu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi. Secara definisi tegangan listrik menyebabkan obyek bermuatan listrik negatif tertarik dari tempat bertegangan rendah menuju tempat bertegangan lebih tinggi. Sehingga arah arus listrik konvensional di dalam suatu konduktor mengalir dari tegangan tinggi menuju tegangan rendah.
Penetapan untuk satuan tegangan listrik
1 Volt terjadi jika dapat mengalirkan arus 1 ampere dalam tahanan listrik 1 Ohm.
1 V = 0,001 KV = 10-3 KV
1 V = 0,000 001 MV= 10-6MV
Arus Listrik
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan couloumb/detik atau  Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikroAmpere seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltabese dan resistansi sesuai dengan hukum ohm.
Penetapan untuk satuan arus listrik
1 Ampere ialah arus dalam cairan nitrat-perak dapat memisahkan dan melekatkan sejumlah 1,118 milligram perak dalam waktu 1 detik.
1 mA = 0,001 A = 10-3 A
1 µA = 0,000 001 A = 10-6 A
   
Hambatan Listrik
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor ) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik yang mempunyai satuan Ohm. yang dapat dirumuskan dengan       
R adalah hambatan (Ohm)
V adalah tegangan (Volt)
I adalah arus (ampere)
Penetapan untuk satuan tahanan listrik
Tahanan listrik 1 Ohm ialah nilai tahanan dari air raksa dalam gelas berpenampang 1 mm2 setinggi 106,3 cm pada suhu 0o C
1 Ω = 0,001 K Ω = 10-3 K Ω
Gaya Gerak Listrik ( GGL )
Gaya gerak listrik (GGL) adalah besarnya energi listrik yang berubah menjadi energi bukan listrik atau sebaliknya, jika satu satuan muatan melalui sumber itu, atau kerja yang dilakukan sumber arus persatuan muatan. dinyatakan dalam Volt.
Muatan Listrik  
Muatan listrik adalah muatan dasar yang dimiliki suatu benda, yang membuatnya mengalami gaya pada benda lain yang berdekatan dan juga memiliki muatan listrik. Simbol Q sering digunakan untuk menggambarkan muatan. sistem satuan internasional dari satuan Q adalah coloumb, yang merupakan 6.24 x 1018 muatan dasar. Q adalah sifat dasar yang dimiliki oleh  materi baik itu berupa proton (muatan positif) maupun elektron (muatan negatif). Muatan listrik total suatu atom atau materi ini bisa positif, jika atomnya kekurangan elektron. Sementara atom yang kelebihan elektron akan bermuatan negatif. Besarnya muatan tergantung dari kelebihan atau kekurangan elektron ini, oleh karena itu muatan materi/atom merupakan kelipatan dari satuan Q dasar. Dalam atom yang netral, jumlah proton akan sama dengan jumlah elektron yang mengelilinginya (membentuk muatan total yang netral atau tak bermuatan).
Penetapan untuk satuan muatan listrik
1 Coulomb ialah arus sebesar 1 Ampere mengalir selama 1 detik atau
Q = I x t
Keterangan :
Q = Muatan listrik ( Coulomb )
I = Arus Listrik ( Ampere )
t = Waktu ( detik )
Kapasitansi
Kapasitans adalah ukuran jumlah muatan listrik yang disimpan (atau dipisahkan) untuk sebuah potensial listrik yang telah ditentukan. Bentuk paling umum dari piranti penyimpanan muatan adalah sebuah kapasitor dua lempeng/pelat/keping. Jika muatan di lempeng/pelat/keping adalah +Q dan –Q, dan V adalah tegangan listrik antar lempeng/pelat/keping,
maka rumus kapasitans adalah:
     C = \frac{Q}{V}
 C adalah kapasitansi yang diukur dalam Farad
 Q adalah muatan yang diukur dalam coulomb
 V adalah voltase yang diukur dalam volt
Unit SI dari kapasitansi adalah farad; 1 farad = 1 coulomb per volt.
Induktansi
Induktansi adalah sifat dari rangkaian elektronika yang menyebabkan timbulnya potensial listrik secara proporsional terhadap arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, sifat ini disebut sebagai induktasi sendiri. Sedang apabila potensial listrik dalam suatu rangkaian ditimbulkan oleh perubahan arus dari rangkaian lain disebut sebagai induktansi bersama. Satuan induktansi dalam satuan internasional adalah weber per ampere atau dikenal pula sebagai henry (H).
Induktansi muncul karena adanya medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik (dijelaskan oleh hukum ampere). Supaya suatu rangkaian elektronika mempunyai nilai induktansi, sebuah komponen bernama induktor digunakan di dalam rangkaian tersebut, induktor umumnya berupa kumparan kabel/tembaga untuk memusatkan medan magnet dan memanfaatkan GGL yang dihasilkannya.
Kuat Medan Listrik
Medan lisrtik adalah ruang di sekitar benda bermuatan listrik dimana benda-benda bermuatan listrik lainnya dalam ruang ini akan merasakan atau mengalami gaya listriArah Medan Listrik.
Kuat medan listrik adalah besaran yang menyatakan gaya coloumb per satuan muatan di suatu titik.
Fluks Magnet
Fluk magnetik adalah ukuran total medan magnetik yang menembus bidang. secara matematis fluk maknetik didefinisikan sebagi perkalian skalar antara induksi magnetik (B) dengan luas bidang yang tegak lurus pada induksi magnetik tersebut.
Daya listrik
didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Satuan SI daya listrik adalah watt yang menyatakan banyaknya tenaga listrik yang mengalir per satuan waktu (joule/detik).bisa juga diartikan besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik.
Daya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan Hukum Joule, sesuai nama fisikawan Britania James Joule, yang pertama kali menunjukkan bahwa energi listrik dapat berubah menjadi energi mekanik, dan sebaliknya.

    P = V I \,
di mana
    P adalah daya (watt atau W)
    I adalah arus (ampere atau A)
    V adalah perbedaan potensial (volt atau V)
Penetapan untuk satuan daya listrik
1 Watt ialah tegangan sebesar 1 Volt mengalir arus sebesar 1 Ampere dengan faktor kerjaatau Cos φ = 1 ( antara tegangan dan arus sefasa )
P = V x I x Cos φ
Keterangan :
P = Daya Listrik ( Watt )
V = Tegangan listrik ( Volt )
I = Arus listrik ( Ampere )
Cos φ = Faktor daya
Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB (Miniature Circuit Breaker). Adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengaman hubung singkat (konsleting) dan juga berfungsi sebagai pengaman beban lebih. MCB akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus apabila arus yang melewatinya melebihi dari arus nominal yang telah ditentukan pada MCB tersebut. untuk kejadian hubung singkat akan secara otomatis dengan segera memutuskan arus, karena saat hubung singkat arus yang dihasilkan sangat besar dan melebihikapasitas MCB.
Hal ini terjadi karena MCB merupakan pengaman listrik yang bekerja dengan prinsip bimetal dan memiliki dua cara pemutusan yakni secara thermal (panas) dan elektromagnetik. Saat terjadi hubung singkat maka MCB akan memutuskan arus dengan sangat cepat karena menggunakan cara kerja elektromagnetik, namun saat memutuskan arus karena bebean lebih maka akan sedikit lambat karena MCB menggunakan cara kerja berdasarkan panas atau thermal.

MCB juga dapat bermanfaat sebagai saklar utama dalam instalasi listrik, Jika kita ingin memasang lampu atau memasang kotak-kontak (steker) dirumah kita maka kita hanya perlu menggunakan MCB untuk memutus semua arus listrik didalam rumah. Selain itu MCB juga bisa digunakan sebagai pemutus aliran listrik saat anda bepergian dalam waktu yang lama. Misalkan anda ingin pergi ke luar kota selama 1 minggu jangan lupa untuk mematikan aliran listrik dirumah anda dengan cara turunkan sakelar MCB.

Keuntungan menggunakan MCB, yaitu :

  1. Dapat memutuskan rangkaian tiga fasa walaupun terjadi hubung singkat pada salah satu fasanya.
  2. Dapat digunakan kembali setelah rangkaian diperbaiki akibat hubung singkat atau beban lebih.
  3. Mempunyai respon yang baik apabila terjadi hubung singkat atau beban lebih.
Berdasarkan penggunaan dan daerah kerjanya, MCB dapat digolongkan  menjadi 5 jenis ciri yaitu :
  1. Tipe Z (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk pengaman rangkaian semikonduktor dan  trafo-trafo yang sen- sitif terhadap tegangan
  2. Tipe K (rating dan breaking capacity kecil) Digunakan untuk mengamankan alat-alat rumah tangga.
  3. Tipe G (rating besar) untuk pengaman motor.
  4. Tipe L (rating besar) untuk pengaman kabel atau jaringan.
  5. Tipe H untuk pengaman instalasi penerangan bangunan
Menurut karakteristik Tripnya, ada tiga tipe utama dari MCB, yaitu: tipe B, tipe C, dan tipe D yang didefinisikan dalam IEC 60898.
  1. MCB Tipe B, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 3 sampai 5 kali dari arus maksimum atau arus nominal MCB. MCB tipe B merupakan karateristik trip tipe standar yang biasa digunakan pada bangunan domestik.
  2. MCB Tipe C, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 5 sampai 10 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe ini akan menguntungkan bila digunakan pada peralatan listrik dengan arus yang lebih tinggi, seperti lampu, motor dan lain sebagainya.
  3.  MCB tipe D, adalah tipe MCB yang akan trip ketika arus beban lebih besar 8 sampai 12 kali arus nominal MCB. Karakteristik trip MCB tipe D merupakan karakteristik trip yang biasa digunakan pada peralatan listrik yang dapat menghasilkan lonjakan arus kuat seperti, transformator dan kapasitor.
Dalam memilih circuit breaker hal-hal yang harus kita pertimbangkan antara lain :
Aturan-aturan SOP dan standar proteksi yang berlaku (SNI).
Karakteristik sistem 

Sistem tegangan. Tegangan operasional dari circuit breaker harus lebih besar atau minimum sama dengan tegangan sistem.
Frekuensi sistem. Frekuensi pengenal dari circuit breaker harus sesuai dengan frekuensi sistem. Circuit breaker Merlin Gerin dapat beroperasi pada frekuensi 50 atau 60 Hz.
Arus pengenal. Arus pengenal dari circuit breaker harus disesuaikan dengan besarnya arus beban yang dilewatkan oleh kabel, dan harus lebih kecil dari arus ambang yang diijinkan lewat pada kabel
Kapasitas pemutusan. Kapasitas pemutusan dari circuit breaker harus paling sedikit sama dengan arus hubung singkat prospektif yang mungkin akan terjadi pada suatu titik instalasi dimana circuit breaker tersebut dipasang.
Jumlah pole dari circuit breaker. Jumlah pole dari circuit breaker sangat tergantung kepada sistem pembumian dari sistem.

Kebutuhan Kontinuitas Sumber Daya 
Hal ini tergantung dari kebutuhan tingkat kontinuitas pelayanan sumber daya listrik, dalam memilih circuit breaker harus diperhatikan :
  • Diskriminasi total dari dua circuit breakaer yang ditempatkan secara seri
  • Diskriminasi terbatas (sebagian), diskriminasi hanya dijamin sampai tingkat arus gangguan tertentu.
Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika membeli MCB: 
Batasan arus
Sebelum menggunakan MCB anda harus mengetahui batasan arus yang ingin anda gunakan, sebagai contoh jika anda ingin memasang MCB sebagai pengaman motor maka ukurlah berapa arus yang digunakan motor barulah anda membeli MCB dengan batasan arus sesuai dengan motor anda, bisa 2A, 4A, 6A, dan masih banyak lagi.
Tipe MCB
Perhatikan juga tipe MCB, ada dua jenis yakni MCB 1 fasa (1 pole) dan MCB 3 fasa (3 pole) pastikan anda menggunakan MCB yang sesuai kebutuhan anda. MCB 1 fasa biasanya digunakan dalam rumah tinggal, sedangkan MCB 3 fasa biasanya digunakan oleh industri dan pabrik-pabrik. Kualitas MCB
Ini sangat penting, semakin baik kualitas MCB yang anda gunakan maka akan semakin baik pula kinerjanya. Cara paling mudah untuk membeli MCB dengan kualitas yang baik adalah dengan membeli MCB yang harganya mahal, harga semakin mahal menandakan kualitas MCB yang semakin baik.


Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

Mengenal Jenis - Jenis Kabel Listrik dan Kegunaanya

Didalam keseharian kita yang berhubungan dengan kelistrikan kita sering menggunakan kabel untuk instalasi listrik rumah. kita hanya mengetahui kabel hanya untuk penghantar listrik saja. maka dalam hal ini kita akan berbagi pengetahuan akan jenis - jenis kabel, ukuran kapasitas dan kegunaanya.
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor.

Isolator di sini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting, sedangkan konduktornya terbuat dari bahan tembaga ataupun aluminium.
Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya, sebab parameter hantaran listrik ditentukan dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik

Jenis - jenis kabel listrik :
Kabel NYA
Digunakan dalam instalasi rumah dan system tenaga. Dalam instalasi rumah digunakan kabel NYAdengan ukuran 1,5 mm2 dan 2,5 mm2. Syarat penandaan dari kabel NYA :
NYA : berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam.Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.
Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang
N       Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga
Y       Isolator PVC
A       Kawat berisolasi


Kabel NYM

Digunakan untuk kabel instalasi listrik rumah atau gedung dan system tenaga. Kabel NYM : memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA).Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.
N      Kabel jenis standart dengan penghantar tembaga
Y      Isolator PVC
M      Berselubung PVC


Kabel NYY
Kabel ini dirancang untuk instalasi tetap didalam tanah yang dimana harus tetap diberikan perlindungan khusus (misalnya duct, pipa PVC atau pipa besi). Kabel protodur tanpa sarung logam. Instalasi bisa ditempatkan didalam dan diluar ruangan, dalam kondisi lembab ataupun kering. memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

Kabel NYAF
Kabel ini direncanakan dan direkomendasikan untuk instalasi dalam kabel kotak distribbusi pipa atau didalam duct. Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi, kabel jenis ini sangat cocok untuk tempat yang mempunyai belokan – belokan tajam. Digunakan pada lingkungan yang kering dan tidak dalam kondisi yang lembab/basah atau terkena pengaruh cuaca secara langsung.


Kabel NYFGbY/NYRGbY/NYBY
Kabel ini dirancang khusus untuk instalasi tetap dalam tanah yang ditanam langsung tanpa memerlukan perlindungan tambahan  (kecuali harus menyeberang jalan). Pada kondisi normal kedalaman pemasangan dibawah tanah adalah 0,8 meter.

Kabel NYCY
Kabel ini dirancang untuk jaringan listrik dengan penghantar konsentris dalam tanah, dalam ruangan, saluran kabel dan alam terbuka. Kabel protodur dengan dua lapis pelindung pita CU Kabel. Instalasi ini bisa ditempatkan diluar atau didalam bangunan, baik pada kondisi lembab maupun kering.

Kabel BC
Kabel ini dipilin/stranded, disatukan. Ukuran / tegangan mak = 6 – 500 mm2 / 500 V Pemakaian = saluran diatas tanah dan penghantar pentanahan.
Kabel AAAC
Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

Kabel ACSR
Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja. Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran Transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.
 
Kabel ACAR
Kabel ACAR yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran, sehingga kabel ini lebih kuat daripada kabel ACSR.

Kabel NYMHYO
Merupakan kabel jenis serabut dengan berintikan dua serabut. Kabel ini biasanya digunakan untuk soundsystem, loudspeaker, virtual video.

Kabel NYMHY/NYYHY
Kabel tembaga berbentuk serabut dan berisolasi PVC. NYMHY umumnya berwarna putih dan NYYHY biasanya berwarna hitam. Kabel-kabel ini berinti lebih dari 1 kabel. Biasanya digunakan untuk instalasi didalam rumah yang tidak permanen, karena sifatnya fleksible dan tidak mudah patah.Kabel jenis ini khusus direkomendasikan untuk digunakan sebagai penghubung alat-alat rumah tangga yang sering dipindah pindah dan harus ditempat kering. Kabel ini mempunyai isolasi plastic tahan panas. Bilamana digunakan untuk penghubung alat pemanas, maka pada titik sambungannya antar alat dengan kabel, temperaturnya tidak boleh lebih dari 85 derajat Celcius, karena hal tersebut dapat membahayakan kabel itu sendiri


Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

Membersihkan Lantai Ampyangan/palimanan secara manual (perawatan)

Lantai batu sikat atau ampyang (Palimanan/Carport) memang sangat ideal sebagai penghias lantai
teras, carport atau taman kering anda. Kelebihan Lantai batu sikat atau ampyangan (Palimanan/Carport) adalah tidak licin, pola dapat disesuaikan sesuai selera, perawatan cukup mudah, bahan terbuat asli dari alam (tidak ada unsur kimia, pewarna sehingga warna batu dapat bertahan selamanya asalkan batu tersebut tidak dibongkar) dan memberikan kesan alami yang akan membawa lingkungan sekitar menjadi indah.

Hujan dan kelembaban membuat batu palimanan dirumah anda dipenuhi lumut dan berjamur. Tampilan batu yang semula indah pun jadi tak sedap dipandang. Padahal palimanan memiliki keunikan bentuk dan tekstur. Hal itu terjadi, mungkin karena palimanan tidak di-coating, atau sudah terlalu lama tidak di-coating ulang.
Jika kondisi batu sudah mengganggu pemandangan, tunggu apa lagi, anda segera harus membersihkannya. Pengerjaannya mudah, anda pun dapat mengerjakannya sendiri.

Untuk Pembersihan dalam perawatan rutin.
Peralatan yang dibutuhkan:
  • Detergent/sabun
  • Sapu ijuk/sapu lidi
  • cikrak/pengki/dustpan
  • Gayung
  • Floor scruber/Floor squigi (cangkul air)
  • Sikat Lantai (hand brush atau stick brush)
  • Ember atau timba
Langkah Kerja

  • Siapkan seluruh peralatan kerja.
  • Campurkan sabun / detergent dengan air (didalam ember/timba).
  • Bersihkan lantai dari kotoran-kotoran yang terlihat oleh mata dengan sapu, misalnya: bungkus rokok, sisa korek api, puntung rokok, bekas permen karet yang menempel di lantai, dll. Ambil kotoran tersebut dengan menggunakan pengki (dustpan) dan sapu.
  • Basahi lantai dengan air secara merata.
  • Siramkan detergent yg sudah dicampur air ratakan serta biarkan untuk sesaat agar chemical bereaksi, kemudian cuci lantai dengan menggunakan Stick Brush mulai dari pinggir terlebih dahulu kemudian dari titik terjauh dari pintu ruangan dengan cara tumpang-tindih secara berkesinambungan.
  • Ulangi sekali lagi apabila masih kurang bersih.
  • Untuk bagian pojok/sudut, dibawah pot sikat dengan hand brush
    secara merata sampai bersih.
  • Tarik air bekas cucian dengan floor squege.
  • Bilas dengan air bersih.
  • Tarik lagi bekas air bilasan dengan floor squege.
Perlu Kita perhatikan:
  • Hati-hati bila bekerja karena lantai licin.
  • Hati-hati dalam penggunaan chemical.
  • Gunakan selalu wet sign floor.
Hal yang terbaik adalah melakukannya tiap hari dan secara teratur.
Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

Arde atau Grounding

Pengertian Grounding
  • Grounding adalah suatu jalur langsung dari arus listrik menuju bumi atau koneksi fisik langsung ke bumi. Dipasangnya koneksi grounding pada instalasi listrik adalah sebagai pencegahan terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang terekspos akibat terjadi kegagalan isolasi.
  • Menurut PUIL 2000 (PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik) - dipakai istilah pembumian yang artinya penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan bumi menurut cara tertentu. PUIL adalah ketentuan atau persyaratan teknis yang diterapkan di Indonesia, dengan mengacu kepada standard internasional, dan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik.
  • Grounding atau pertanahan adalah bagian dari Peralatan Listrik rumah. Namun kebanyakan dari masyatrakat Indonesia sudah terbiasa menyebut pertanahan atau gruonding ini dengan kata arde.

Grounding atau arde pada instalasi listrik berguna sebagai pencegah terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik yang terekspos akibat terjadi kegagalan isolasi. Grounding dalam rumah Anda terpasang dengan dua macam, yaitu untuk instalasi listrik rumah dan instalasi penangkal petir.
Dua sistem grounding ini memang harus dipisahkan pemasangannya dan berjarak paling tidak 10 meter. Koneksi grounding untuk instalasi listrik rumah terpasang di kWh meter PLN.


Fungsi Grounding

  • Untuk keselamatan, grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting, misalnya kabel grounding yang terpasang pada badan/sasis alat elektronik seperti setrika listrik akan mencegah kita tersengat listrik saat rangkaian di dalam setrika bocor dan menempel ke badan setrika.
  • Dalam instalasi penangkal petir, system grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik yang besar langsung ke bumi. meski sifatnya sama, namun pemasangan kabel grounding untuk instalasi rumah dan grounding untuk pernangkal petir pemasangannya harus terpisah.
  • Sebagai proteksi peralatan elektronik atau instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan akibat adanya bocor tegangan.
Pemasangan
Secara umum Kabel grounding terkoneksi di KWH meter PLN. Pada saat pemasangan listrik oleh petugas PLN maka kabel grounding akan dipasang ke KWH bahkan sampai penanaman pipa yang terpasang ke dalam tanah. Namun ada pula pemasangan grounding dilaksanakan oleh pekerja proyek perumahan, sehingga saat akan dipasang listrik oleh pihak PLN petugasnya tinggal menyambungkan kabel dari pipa yang telah terpasang ke bumi menuju KWH.


Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami

Semoga Bermanfaat

Terima kasih telah membaca artikel kami,  selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.

Pengertian Listrik

Pengertian Listrik
  • Listrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik.
  • Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
  • Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel yang dimana arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif. 
  • Listrik merupakan suatu muatan yang terdiri dari muatan positif dan muatan negatif , dimana sebuah benda akan dikatakan memiliki energi listrik apabila suatu benda itu mempunyai perbedaan jumlah muatan .
Muatan didalam energi listrik dapat berpindah, muatan yang dapat berpindah adalah muatan negatif dari sebuah benda.
Perpindahan muatan negatif  inilah yang disebut dengan energi listrik. Karena suatu benda akan senantiasa mempertahankan keadaan netral atau seimbang antara muatan positif dan muatan negative. Sehingga apabila jumlah muatan positif lebih besar dari muatan negative, maka benda tersebut mencari muatan negative untuk mencapai keadaan seimbang.
Berpindahnya muatan negatif ini disebabkan oleh bermacam gaya atau energi, misal energi gerak,energi  panas dsb.
Energi listrik adalah energi yang berasal dari muatan listrik yang menyebabkan medan listrik statis atau gerakan elektron dalam konduktor (pengantar listrik) atau ion (positif atau negatif) dalam zat cair atau gas. Energi listrik dinamis dapat diubah menjadi energi lain dengan tiga komponen dasar, sesuai dengan sifat arus listriknya.
E
nergi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan oleh peralatan listrik.

Ada dua jenis arus listrik yaitu arus listrik searah atau biasa di sebut arus DC dan arus listrik bolak balik atau yang biasa di sebut arus AC.
Satuan arus listrik adalah ampere ( A ), tegangan listrik mempunyai satuan volt ( V ) dan daya listrik memiliki satuan watt ( W ).
 

Bila anda Menginginkan hasil dan perawatan yang maksimal serahkan pada Ahlinya Hubungi Kami
Semoga Bermanfaat
Terima kasih telah membaca artikel kami, selamat mencoba dan nantikan Tips Rawat Rumah berikutnya.