Cat Ulang Tembok Berjamur atau Rontok

Cat Ulang Tembok Berjamur atau Rontok

 
Teknik pengecatan tembok terdiri dari dua dasar Teknik yaitu Teknik pengecatan tembok lama (repainting), dan pengacatan tembok baru. Kedua teknik pengecatan tembok tersebut sangatlah berbeda, baik sebelum memulai pengecatan, ataupun saat proses pengecatan tersebut dilakukan.

Pengecatan pada tembok lama biasanya lebih rumit dibandingkan dengan tembok baru, terutama apabila pada tembok yang lembab dan juga berjamur. Kotoran-kotoran seperti jamur yang ada pada dinding harus dibersihkan terlebih dahulu. Pengecatan yang dilakukan pada dinding yang lembab tanpa dibersihkan terlebih dahulu akan sia-sia (cat tidak akan awet). Karena cat tidak akan menempel dengan sempurna dan hasilnya akan menggelembung, mengelupas, juga akan menimbulkan bercak-bercak noda baru.

Untuk pengecatan pada dinding lembab sebelum melakukan pengecatan, sebaiknya hal-hal yang menjadi penyebab kelembaban tersebut dibersihkan atau dihilangkan terlebih dahulu – misalnya melapisinya dengan produk waterproofing. Setelah bersih kita dapat memulai proses pengecatan, seperti mengamplas permukaan dinding lama kemudian melapisi dinding tersebut dengan cat dasar yang memiliki sifat tahan air. Cat dasar ini digunakan untuk mencegah air yang merembes ke permukaan dinding, sehingga cat bisa menempel dengan sempurna. Setelah cat kering barulah kita dapat mengecat tembok kita dengan cat yang sesuai piihan kita.

Pada dinding yang mengapur kita dapat membersihkan cat yang sudah mengapur tersebut sampai ke dasar. Setelah itu cuci dengan larutan air kaporit. Setelah proses pengeringan selesai, langkah selanjutnya adalah mengamplas dinding tersebut.Proses pengecatan dapat dimulai saat permukaan dinding sudah dalam keadaan yang halus teramplas, dan juga telah dilapisi dengan cat dasar. Kita dapat melakukan pengecatan dengan menggunakan kuas ataupun roll – untuk hasil yang lebih baik sebaiknya menggunakan roll yang berkualitas.

Setelah tembok bersih siram tembok dengan air bersih dan diamkan untuk beberapa saat sampai air benar-benar hilang. Untuk memastikan semua debu, kotoran dan jamur telah hilang. Setelah kering baru lakukan pengecatan dasar dan berikutnya pengecatan warna utama. Cat di tembok akan bertahan lebih lama dan lebih kuat.
Cuci Pakaian Putih Agar Tidak Kusam

Cuci Pakaian Putih Agar Tidak Kusam


Baju putih merupakan pakaian yang rutin kami pakai, baik saat berada di sekolah, kampus, kantor, maupun di acara-acara, umpama agenda pernikahan kamu dengan doi. Apabila kamu perempuan, maka kamu mungkin memakai gaun putih. Sedangkan, apabila kamu merupakan pria, mungkin kamu memakai kemeja putih yang dibalut dengan jas berwarna hitam. Itu berarti baju putih tak jarang kami jumpai dalam tak sedikit peristiwa dalam nasib kita. Oleh sebab itu, telah semestinya kami memahami tutorial memutihkan baju putih. Mengapa? Sebab ada tak sedikit faktor yang bakal kami arungi dengan baju putih. Pasti saja kami mengharapkan baju putih tersebut terbukti berwarna putih. Bukan berwarna putih-putih-kuning alias kuning-kuning-putih. Oleh sebab itu, pada postingan hari ini bakal disaapabilan ulasan tentang tutorial memutihkan baju putih. Dengan begitu, kamu bakal tampil kinclong, cemerlang, serta maksimal di setiap peristiwa yang memerlukan baju putih.

Cobalah berbagai trik yang lebih aman di bawah ini dengan memakai berbagai benda yang ada di kurang lebih rumah kamu sebagai gantinya.

Rendam pakaian di dalam cairan jeruk nipis
Alih-alih mengirim baju putih kamu ke laundry untuk persoalan ini, memutihkan baju yang telah menguning bisa diperbuat dengan merendam di air perasan jeruk nipis. Supaya efeknya lebih terasa, kamu bisa merendamnya di air rendaman jeruk purut yang mendidih. Panaskan air hingga mendidih serta masukkan pakaian kamu selagi tak lebih lebih 1 jam. Kamu juga bakal memperoleh faktor yang sama dengan mencampur air rendaman jeruk nipis saat membasuh pakaian anda.

Memakai cuka putih pada rendaman baju
Nyatanya bahan memasak yang satu ini juga manjur untuk menghapus noda pada pakaian. Caranya sangat mudah, campurkan 250ml cuka putih kedalam air. Campurkan juga detergent alias sabun cuci, lalu rendam pakaian putih kamu dengan air tersebut. Tutorial ini juga bisa mengilangkan noda detergent yang tertinggal serta melembutkan serat pada pakaian.

Tambahkan Soda Kue saat Merendam
Campurkan air serta sedikit Soda Kue untuk memperoleh warna lebih putih pada pakaian kamu tanpa butuh meningkatkankan produk pemutih komersil lain. Lumayan tambahkan satu cangkir baking soda ke dalam empat liter air, lalu rendam pakaian anda. Rendam sebentar, maka pakaian Kamu bakal segar serta bersih seusai berakhir.

Tahap pencucian :
Pada bagian ini cucilah pakaian memakai detergen semacam biasa, cuci serta bilas hingga bersih. Pada bagian pembilasan, kamu juga bisa meningkatkankan sedikit perasan lemon untuk menciptaka wangi yang harum.

Selain itu juga perasan lemon bisa menghapus sisa-sisa detergent yang tertinggal. Seusai itu jemurlah diabawah terik sinar matahari yang panas. Menjemur dibawah terik sinar matahari bakal menjadikan pakaian putih menjadi lebih bersih.

Nah, itu dirinya berbagai bagian Tutorial Memutihkan Baju dengan cara Alamiah serta Mudah. Kamu bisa mempraktekannya langsung dirumah. Mudah-mudahan tutorial ini bisa meningkatkan wawasan anda, semoga berguna.
Aplikasi Cat dasar

Aplikasi Cat dasar



Sebelum dilakukan pengecatan dengan cat tembok aplikasikan terlebih dahulu cat dasar alkali sealer, yang berfungsi memberikan lapisan dibawah cat tembok sehingga memperkecil kontak langsung dengan alkali tembok. Selain itu alkali sealer berfungsi memberikan lapisan warna putih sehingga dapat mempercepat penutupan warna cat tembok pada dinding. Alkali sealer berbeda dengan cat putih. Penggunaan cat putih sebagai dasaran pengecatan tidak akan menghindari kontak langsung alkali tembok dengan cat, tetapi hanya berfungsi membantu daya tutup cat tembok saja.

Fungsi dari cat dasar adalah sebagai berikut :
  • Merekatkan cat baru pada dinding lama (lapisan pengikat top coating).
  • Menutup pori-pori atau permukaan yang tidak rata. Setelah penggunaan plamir  masih dimungkinkan adanya pori-pori kecil pada dinding dan kurang rata,maka digunakan cat dasar untuk menyempurnakannya.
  • Mencegah alkali masuk ke lapisan cat.Kandungan alkali yang tinggi, terutama pada dinding yang masih baru, bisa merusak cat dinding Anda. Penggunaan cat dasar berguna untuk menjadi penyekat antara lapisan dinding dalam dan luar, sehingga kandungan alkali tidak akan masuk ke lapisan cat. Dengan mencegah alkali masuk ke lapisan cat, maka cat akan terhindar dari pengapuran.
  • Menghemat penggunaan cat akhir.Biasanya untuk mendapatkan hasil pengecatan yang maksimal, kita harus mengaplikasikan cat akhir sampai berkali-kali (3 kali). Dengan menggunakan cat dasar terlebih dahulu, warna cat akhir akan tampak lebih indah meskipun hanya mengaplikasikan 2 lapis.
  • Membuat kualitas pengecatan menjadi lebih halus dan warna menjadi sempurna.

Macam-macam jenis cat dasar di pasaran adalah sebagai berikut :
  • Undercoat tembok / alkali resisting primer.Cat dasar dengan bahan emulsi acrylic 100% yang mempunyai sifat khusus yaitu daya tahan terhadap alkali yang tinggi,daya pengisi dan daya lekat yang sangat baik sekali dan dapat menghemat penggunaan cat akhir karena mempercepat proses perolehan warna akhir yang diinginkan. Disarankan untuk digunakan pada permukaan tembok baru dengan plesteran semen/beton yang telah kering sempurna.Cara menggunakannya adalah tanpa dilakukan pengenceran dengan air.
  • Water sealer water based.Cat dasar dengan bahan emulsi acrylic 100% yang tidak mengandung pewarna (transparan).digunakan untuk memperbaiki daya lekat cat lama yang telah mengapur atau melapisi permukaan tembok yang telah dihilangkan lapisan cat lamanya. Cara menggunakannya adalah tanpa dilakukan pengenceran dengan air.
  • Water Proofing wall sealer.Cat dasar dengan bahan emulsi acrylic 100% yang tidak mengandung pewarna ( transparan).khusus di formulasikan untuk cat dasar pada tembok lama/baru dari plesteran beton / semen yang lembab, Cara menggunakannya adalah tanpa dilakukan pengenceran dengan air. Khusus untuk water proofing sealer antara setiap lapisan cat dasar harus dibiarkan selama 24 jam sebelum dilakukan pengecatan ulang lagi.

Bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan
  • Cat Dasar,
  • Kertas Goso
  • Spons dan dan Detergent Pembersih
  • Kuas cat ukuran 3" dan Roller Bar
  • Tempat untuk cat dinding
  • Alat pengaduk

Langkah Kerja
  • Bersihkan Dinding. Langkah pertama, bersihkan tembok terlebih dahulu sebelum melakukan pengecatan dasar. Membersihkan tembok bisa membuat kotoran, debu, minyak, atau noda hilang sehingga hasil maksimal bisa Anda dapatkan. Untuk membersihkan dinding, bisa menggunakan spons yang sedikit dibasahkan campuran air dan deterjen. Kalau ada noda yang agak sulit berantas, Anda bisa menggunakan sikat dengan bulu agak kasar.
  • Lindungi permukaan bingkai jendela dan Pintu.Pastikan untuk melindungi bagian yang tidak ingin Anda cat dengan kertas koran bekas atau lakban. Seperti dinding dekat bingkai jendela, kusen, bagian bawah dinding dekat lantai, bahkan lantai sekalipun. Gunanya adalah ketika pengecatan selesai Anda bisa dengan mudah mengelupaskan kertas koran atau lakban yang ditempel, tanpa meninggalkan noda cat di mana-mana.
  • Encerkan cat dasar dengan air 30-35 persen dari total berat cat. (Untuk lebih maksimal tanpa dicampur air)
  • Cat di bagian yang sulit. Mulai terlebih dahulu bagian yang sulit dijangkau dengan alat roller bar, seperti sudut antara dinding dan lantai, dekat bingkai jendela, dekat kusen, dan lengkungan lainnya. Dengan begitu, hasil cat akan terlihat lebih rapih, dan tidak ada cemoreng cat di bagian yang tidak diinginkan.
  • Gunakan tehnik W. Untuk efisiensi, mulailah pengecatan dari sudut tembok dan buat huruf W tanpa mengangkat roller bar. Per tiga kaki, atau sekira 91 cm (1 kaki, 30.48 cm) dari sudut yang sama, mulai dari atas sampai dengan bawah dinding. Ketika sudah terisi, kini Anda bisa puaskan cat keseluruh dinding dengan panduan garis W tadi.