Sejarah Singkat Refrigrant Air Conditioner

Pendingin udara pertama dan lemari es bekerja dengan menggunakan gas beracun atau mudah terbakar, seperti amonia, metil klorida, atau propana, yang dapat mengakibatkan kecelakaan fatal ketika mereka bocor.  Thomas Midgley, Jr menciptakan gas pertama non-mudah terbakar, chlorofluorocarbon tidak beracun, Freon, pada tahun 1928. Yang biasa kita kenal dengan istilah "Freon" adalah sebuah nama merek dagang yang dimiliki oleh DuPont untuk chlorofluorocarbon (CFC), hydrochlorofluorocarbon (HCFC), atau hydrofluorocarbon (HFC) refrigeran, nama-nama tersebut  diberi label angka yang menunjukkan komposisi molekul (R-11, R-12, R- 22, R-134A).

Campuran yang paling digunakan di rumah langsung ekspansi dan kenyamanan pendinginan bangunan adalah HCFC yang dikenal sebagai R-22. Jenis tersebut mulai dikurangi dan akan dihapus untuk digunakan dalam peralatan pendingin baru dimulai pada tahun 2010, dan akan benar-benar dihentikan pada tahun 2020.R-11 danR-12 adalah refrigerant  yang paling umum digunakan sebagai pendingin  mobil di Amerika Serikat sampai tahun 1994, ketika sebagian besar desain berubah menjadi R-134A. R-11 dan R-12 tidak lagi diproduksi di AS.  Refrigerant jenis ini sekarang dipergunakan untuk perbaikan AC menjadi gas pembersih dan pemurni dari sistem pendingin lainnya yang ada di AC.

Beberapa refrigeran non-ozone-depleting telah dikembangkan sebagai alternatif, termasuk R-410A, diciptakan oleh Allied Signal (sekarang bagian dari Honeywell) di Buffalo, dan dijual di bawah Genetron (R) AZ-20. nama. Ini pertama kali digunakan secara komersial oleh Carrier di bawah nama merek Puron. Inovasi dalam teknologi AC terus berkembang, dengan menitik beratkan  pada efisiensi energi dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Mengurangi dampak perubahan iklim merupakan inovasi yang paling penting karena, selain emisi gas rumah kaca yang berhubungan dengan penggunaan energi, CFC, HCFC, dan HFC, jenis –jenis tersebut akan berpotensial menyebabkan dampak rumah kaca dan merusak Ozon bila bocor dan terlepas ke atmosfer. Sebagai contoh, R-22 (juga dikenal sebagai HCFC) memiliki potensi pemanasan global sekitar 1.800 kali lebih tinggi dari CO2. Sebagai alternatif untuk pendingin konvensional, pengobatan alami, seperti karbon dioksida (CO2. R-744) yang lebih Ramah lingkungan

Terima kasih telah membaca artikel kami,  nantikan artikel kami selanjutnya.

Bagikan