Macodes petola (Anggrek ki aksara)


Klasifikasi Ilmiah
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kela Liliidae
Ordo Orchidales
Famili Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus Macodes
Spesies Macodes petola

Sinonim 
Anoectochilus petola (Blume) Hereman 1868; Anoectochilus veitchianus Blume 1859; Argyrorchis javanica Blume 1859; Haemaria argyroneura Miq. 1864; Macodes argyroneura (Miq.) Rolfe 1896; Macodes javanica (Blume) Hook.f. 1889; Macodes robusta J.J.Sm. 1921; *Neottia petola Bl 1825; Rhomboda confusa Ormerod 1995; Spiranthes petola (Blume) Hassk. 1844.

Macodes petola (Blume) Lindl. Dideskripsikan pertama kali oleh C.L. Blume sebagai Neottia petola pada tahun 1825 berdasarkan pada sistem penamaan binomial Rumphius ‘Folium petolatum’. Termasuk jenis anggrek tanah, macodes petola, ki aksara, jewel orchid, anggrek mutiara warna daun hijau, urat-urat warna emas, seperti disulam benang emas, dikabuti air lebih indah lagi. Macoda Petola (Anggrek Patik Emas) di Bukit Kaba oleh Zenzybar Gambar Anggrek Patik Emas ( macodes petola ) yang ditemukan di Bukit Kaba Meski sekarang habitat jenis ini terancam di Bukit Kaba baik oleh pengrusakan alam atau pencarian oleh penduduk untuk bahan obat (Jamu yang di kirim ke jawa).

Sebaran Wilayah
Tanaman ini merupakan Family Orchidaceae, dengan nama genus Macodes macodes terdapat tujuh spesies yang tersebar. Dari Genus dari Malaysia, Indonesia, New Guinea hingga Vanuatu. Tanaman ini ditemukan pada ketinggian 100 hingga 800 meter di atas permukaan laut, daerah lembahan hutan hujan yang sebagian tertutup bayangan pohon dan tumbuh pada bekas tanaman atau humus yang basah dan tanah dengan drainase yang baik. Tumbuhan ini hidup subur dan berkembang biak di hutan-hutan pegunungan Jawa. Sumatera, Malaysia, dan Filipina. Daunnya setinggi 10 cm dengan aneka macam warna yang elok setiap jenisnya. Macodes lainnya adalah jenis argyroneura Rolfe. Bentuk daunnya hamper sama dengan petola tetapi tanaman ini lebih kuat. Macode Sanderiana Rolfe mempunyai daun tertinggi. Jenis ini berasal dari Irian bagian utara.

Ciri - ciri Fisik
Anggrek ini tidak seperti anggrek-anggrek lain yang dinikmati bunganya tetapi indah pada bagian daunnya. Spesies-spesies dari genus ini, seiring dengan genera-genera lain yang memiliki daun berwarna seperti Anoectochilus, Eucosia dan Goodyera disebut “Jewel Orchids”. Bisa terlihat bahwa daunnya berwarna hijau sedikit ungu gelap, memiliki urat-urat longitudinal berwarna emas yang berkilau (inflorescence) dan permukaan yang menyerupai beludru.

Ki aksara, daun aksara, atau jakasara adalah sebutan di Jawa Barat untuk tumbuhan Macodes Petola. Ada beberapa jenis Macodes dalam berbagai bentuk daun . Diantaranya, daunnya bergambar garis-garis atau kotak-kotak perak mengkilap. Bunganya kecil-kecil, berkumpul di sepanjang tangkainya. Panjang tangkai kira-kira 30 cm. Tumbuhnya di tanah di cabang-cabang pohon. Yang hidup di tanah, mengambil zat-zat makanan dari tanah. Demikian pula yang hidupnya di cabang pohon. Ia tidak mengambil makanan dari pohon tumpangannya itu. Tumbuhan semacam ini disebut epipit bukan parasit. Tumbuhan daun petola menghendaki tanah yang mengandung banyak humus dan tempatnya terlindung. Penggemar anggrek ada juga yang memelihara tumbuhan macodes, sebab tanaman hias ini termasuk golongan anggrek yang hidup di tanah.

Penanaman dan Perawatan
Anggrek ini membutuhkan kelembaban udara yang tinggi, 50% atau lebih. Media harus cukup lembab tetapi bukan berarti media terlalu basah karena dengan demikian akan muncul masalah akibat bakteri dan jamur dan busuk pada akar. Kamar mandi dengan pertukaran udara yang baik dan sinar matahari tak langsung merupakan kombinasi yang baik. Bila tidak tempatkan dekat jendela yang dapat membawa kelembaban dari luar. Pada cawan pot dapat ditempatkan batu-batuan untuk menciptakan penyangga sehingga air yang keluar dari pot dapat ditampung di cawan kemudian bila teruapkan menciptakan kondisi lembab tanpa takut membusukkan akar tanaman. Jangan membiarkan media hingga kering samasekali, dibutuhkan media yang lembab sepanjang waktu. Sehubungan dengan kebutuhan cahaya, pastikan anggrek ini tidak terkena sinar matahari secara langsung karena akan membakar daun-daunnya.

Kecantikan tanaman ini terlukis dalam satu legenda rakyat di suatu daerah di Indonesia. Diceritakan, bunga ki aksara adalah penjelmaan dari selendang seorang dewi yang terjatuh karena dikejar-kejar oleh seorang pemuda di tengah hutan. Sang dewi sempat menghilang tapi selendangnya tersangkut ranting dan menjelma daun petola atau ki aksara. Anggrek ini dikategorikan sebagai tanaman yang dilindungi berdasarkan Peraturan pemerintah Nomor 7 tahun 1999. Sehingga tumbuhan berfamili Orchidaceae ini tidak diperbolehkan diperjualbelikan kecuali untuk generasi ketiga. Generasi ketiga adalah tumbuhan hasil penangkaran yang telah mendapatkan izin dari pihak yang berwenang, biasanya BKSD.
Bagikan